Barcelona akhirnya memastikan diri menjadi juara LaLiga 2025/2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga El Clasico pekan ke-35 di Spotify Camp Nou, Minggu (10/5/2026) malam WIB.
Kemenangan ini membuat pesta besar pecah di Camp Nou. Tambahan tiga poin memastikan skuad asuhan Hansi Flick tidak lagi bisa dikejar Real Madrid di sisa musim. El Clasico kali ini bukan sekadar laga rivalitas biasa, tetapi juga menjadi panggung penentuan gelar Liga Spanyol musim ini.
Barcelona tampil sangat dominan sejak awal pertandingan. Dukungan puluhan ribu fans di Camp Nou membuat Blaugrana langsung bermain agresif dan menekan pertahanan Madrid tanpa henti.
Gol pertama lahir pada menit ke-9 melalui Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris itu mencetak gol indah lewat tendangan bebas keras yang gagal dijangkau Thibaut Courtois. Gol tersebut langsung membakar atmosfer stadion dan membuat Barcelona semakin percaya diri.
Real Madrid yang datang dengan kondisi skuad pincang terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan Barcelona. Absennya beberapa pemain penting, termasuk Kylian Mbappe yang mengalami cedera, membuat lini serang Los Blancos kehilangan efektivitas.
Barcelona kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-18 lewat Ferran Torres. Berawal dari kombinasi cepat di sisi kanan, Dani Olmo mengirim umpan matang yang diselesaikan Ferran dengan sepakan akurat ke pojok gawang Madrid. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat tekanan kepada tim tamu semakin besar.
Setelah unggul dua gol, Barcelona tetap tampil disiplin. Pedri dan Gavi mengontrol lini tengah dengan sangat baik, sementara Trent Alexander-Arnold menjadi salah satu pemain paling berpengaruh lewat distribusi bola dan umpan progresifnya.
Real Madrid sebenarnya sempat memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Jude Bellingham bahkan sempat membobol gawang Barcelona pada babak kedua. Namun gol tersebut dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR.
Selain itu, Vinicius Junior beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Barcelona melalui kecepatan individu, tetapi duet Pau Cubarsi dan Gerard Martin tampil sangat solid sepanjang pertandingan.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun. Barcelona lebih fokus menjaga penguasaan bola dan mengontrol ritme permainan, sementara Madrid terlihat frustrasi dan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Kiper Madrid, Thibaut Courtois, justru beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang mencegah Barcelona menambah gol. Tanpa aksi Courtois, kekalahan Madrid kemungkinan bisa lebih telak.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Barcelona. Hasil tersebut memastikan Blaugrana meraih gelar LaLiga ke-29 dalam sejarah klub sekaligus mempertahankan dominasi mereka atas Real Madrid musim ini.
| Statistik | Barcelona | Real Madrid |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Tembakan | 15 | 8 |
| Shot on Target | 7 | 3 |
| Tendangan Sudut | 6 | 4 |
| Pelanggaran | 11 | 15 |
| Kartu Kuning | 2 | 4 |
Data statistik dirangkum dari ESPN, FotMob, dan laporan resmi LaLiga.
Kemenangan ini memperlihatkan perbedaan performa kedua tim sepanjang musim. Barcelona tampil jauh lebih stabil di bawah Hansi Flick dan sukses membangun skuad muda yang solid.
Sebaliknya, Real Madrid menjalani musim yang penuh masalah. Cedera pemain inti, inkonsistensi performa, hingga konflik internal membuat Los Blancos gagal bersaing hingga akhir musim.
Marcus Rashford juga menjadi sorotan besar usai penampilan impresifnya di El Clasico. Pemain pinjaman dari Manchester United tersebut kini sudah mencetak 14 gol musim ini bersama Barcelona.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop