Drama luar biasa terjadi pada pekan terakhir Premier League 2025/2026. Tottenham Hotspur akhirnya berhasil mempertahankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris, sementara West Ham United harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Championship musim depan.
Persaingan sengit di papan bawah klasemen menjadi salah satu cerita terbesar musim ini. Tottenham dan West Ham terus saling kejar hingga pertandingan terakhir musim berjalan. Namun pada akhirnya, Spurs berhasil bertahan setelah unggul poin tipis dari rival London mereka tersebut.
Tottenham memasuki pekan terakhir dengan tekanan luar biasa besar. Klub asal London Utara itu hanya unggul tipis atas West Ham dan membutuhkan hasil positif demi memastikan keselamatan mereka di Premier League.
Dalam laga hidup-mati melawan Everton, Spurs akhirnya mampu meraih hasil yang cukup untuk bertahan. Gol penting di babak pertama menjadi penentu keselamatan tim asuhan Roberto De Zerbi. Atmosfer stadion penuh ketegangan sepanjang pertandingan karena nasib klub benar-benar dipertaruhkan.
Hasil tersebut membuat Tottenham menutup musim di posisi ke-17 klasemen akhir Premier League 2025/2026 dengan koleksi 41 poin, unggul dua angka dari West Ham yang finis di posisi ke-18. Berdasarkan klasemen akhir yang beredar luas di media sosial, Wolves dan Burnley juga dipastikan ikut terdegradasi musim ini.
Sementara Tottenham berhasil selamat, West Ham justru mengalami musim yang sangat mengecewakan. Klub berjuluk The Hammers itu gagal keluar dari tekanan sepanjang musim dan akhirnya harus turun kasta setelah hanya mengoleksi 39 poin dari 38 pertandingan.
Padahal beberapa pekan sebelumnya, West Ham sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Namun buruknya konsistensi permainan serta kegagalan memanfaatkan peluang di laga-laga penting membuat mereka gagal mengejar Tottenham.
Kekalahan kontroversial melawan Arsenal beberapa pekan lalu bahkan disebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam nasib West Ham musim ini. Gol dramatis mereka dianulir VAR dan membuat peluang bertahan semakin kecil.
Musim ini menjadi salah satu periode tergelap bagi West Ham dalam satu dekade terakhir. Klub terakhir kali bermain di luar Premier League pada musim 2011/2012 sebelum akhirnya kembali promosi.
Salah satu faktor penting keselamatan Tottenham adalah kehadiran Roberto De Zerbi di akhir musim. Pelatih asal Italia itu datang saat Spurs berada dalam situasi kritis dan perlahan mampu mengubah mental tim.
De Zerbi bahkan sempat menyatakan tetap akan bertahan melatih Tottenham meskipun klub terdegradasi. Pernyataan itu membuat banyak fans kembali mendukung tim di tengah tekanan besar.
Meski performa Tottenham sepanjang musim jauh dari kata memuaskan, keberhasilan bertahan di Premier League tetap dianggap sangat penting bagi masa depan klub.
Meski selamat dari degradasi, musim 2025/2026 tetap akan dikenang sebagai salah satu musim terburuk Tottenham dalam era Premier League.
Spurs mengalami:
Bahkan Tottenham sempat masuk zona degradasi untuk pertama kalinya dalam belasan tahun sebelum akhirnya berhasil keluar di momen penentuan.
Fans juga melakukan berbagai protes terhadap manajemen klub sepanjang musim karena menganggap arah proyek Tottenham semakin tidak jelas.
Degradasi ke Championship diperkirakan akan membuat West Ham kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas nanti.
Beberapa nama seperti:
diprediksi akan menjadi incaran klub-klub Premier League maupun Eropa.
Situasi finansial klub juga diyakini bakal terdampak besar akibat kehilangan pemasukan hak siar Premier League.
| Posisi | Klub | Main | Selisih Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 17 | Tottenham Hotspur | 38 | -9 | 41 |
| 18 | West Ham United | 38 | -19 | 39 |
| 19 | Burnley | 38 | -37 | 22 |
| 20 | Wolves | 38 | -41 | 20 |
Musim ini menjadi salah satu musim paling dramatis dalam sejarah modern Premier League. Tidak banyak yang menyangka Tottenham akan terlibat perebutan zona degradasi hingga pekan terakhir.
Sementara itu, West Ham yang dalam beberapa musim terakhir sempat tampil di kompetisi Eropa kini justru harus turun kasta.
Drama degradasi ini dipastikan masih akan menjadi pembahasan panas di media sosial dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi fans dua klub London tersebut.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop