Musim sepak bola Eropa 2025/2026 resmi berakhir dengan hasil yang langsung mengguncang persaingan Ballon d'Or 2026. Keberhasilan Paris Saint-Germain mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Arsenal FC di final membuat peta persaingan penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola berubah drastis.
Sebelum final berlangsung, beberapa nama seperti Harry Kane, Lamine Yamal, hingga Declan Rice berada dalam posisi yang sangat kuat. Namun kemenangan PSG di Budapest memberikan dorongan besar kepada para pemain Les Parisiens, terutama Ousmane Dembélé yang kembali tampil menentukan dalam laga besar.
Meski demikian, persaingan masih jauh dari selesai. Faktor terbesar yang dapat mengubah segalanya adalah 2026 FIFA World Cup yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Turnamen tersebut berpotensi menjadi penentu utama dalam pemungutan suara Ballon d'Or tahun ini.
| Ranking | Pemain | Klub | Peluang |
|---|---|---|---|
| 1 | Ousmane Dembélé | PSG | Sangat Tinggi |
| 2 | Harry Kane | Bayern Munich | Sangat Tinggi |
| 3 | Lamine Yamal | Barcelona | Sangat Tinggi |
| 4 | Declan Rice | Arsenal | Tinggi |
| 5 | Vitinha | PSG | Tinggi |
| 6 | Michael Olise | Bayern Munich | Tinggi |
| 7 | Kylian Mbappé | Real Madrid | Menengah-Tinggi |
| 8 | Khvicha Kvaratskhelia | PSG | Menengah-Tinggi |
| 9 | Vinicius Junior | Real Madrid | Menengah |
| 10 | Luis Diaz | Liverpool | Menengah |
Prediksi ini disusun berdasarkan performa sepanjang musim, kontribusi di Liga Champions, statistik individu, gelar yang diraih, serta tren ranking dari sejumlah media internasional setelah final Liga Champions 2026.
Nama Dembélé menjadi yang paling sering muncul di puncak berbagai power ranking Ballon d'Or terbaru. Bintang PSG tersebut kembali menunjukkan kualitasnya saat final Liga Champions dengan mencetak gol penting yang mengubah jalannya pertandingan sebelum PSG akhirnya menang melalui adu penalti.
Selain faktor gelar, Dembélé juga memiliki keuntungan besar karena membela tim nasional Prancis yang menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Jika mampu tampil gemilang bersama Les Bleus, peluangnya meraih Ballon d'Or kedua secara beruntun akan semakin besar.
Meski gagal mengangkat trofi Liga Champions, Kane menjalani musim yang luar biasa bersama FC Bayern Munich. Striker Inggris tersebut kembali menjadi salah satu mesin gol paling mematikan di Eropa dengan torehan gol yang sangat konsisten sepanjang musim.
Banyak pengamat menilai bahwa jika Inggris mampu melangkah jauh atau bahkan menjuarai Piala Dunia 2026, Kane bisa langsung melonjak menjadi favorit utama Ballon d'Or.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal sudah menjadi wajah baru sepak bola dunia. Musim ini ia kembali menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi FC Barcelona dengan kreativitas, dribel, dan kontribusi gol yang terus meningkat.
Jika Spanyol tampil dominan di Piala Dunia 2026, Yamal berpotensi mencetak sejarah sebagai salah satu pemenang Ballon d'Or termuda sepanjang masa.
Walaupun Arsenal gagal mengangkat trofi Liga Champions, musim Rice tetap luar biasa. Gelandang Inggris tersebut menjadi motor utama lini tengah Arsenal dan berhasil membawa The Gunners bersaing di level tertinggi Eropa.
Penampilan impresif bersama Inggris nanti bisa menjadi faktor penentu yang menjaga namanya tetap berada di papan atas ranking Ballon d'Or.
Salah satu nama yang mulai mendapat perhatian besar adalah Vitinha. Gelandang Portugal tersebut tampil luar biasa sepanjang musim dan bahkan menjadi salah satu pemain terbaik PSG dalam perjalanan mempertahankan gelar Liga Champions.
Banyak analis menilai Vitinha merupakan "otak permainan" PSG yang membuat dominasi tim Paris semakin sempurna musim ini.
Selain nama-nama utama, masih ada beberapa pemain yang berpotensi membuat kejutan besar:
Mereka mungkin belum berada di posisi teratas saat ini, tetapi Piala Dunia sering kali mengubah segalanya dalam hitungan minggu.
Sejarah Ballon d'Or menunjukkan bahwa turnamen besar sering menjadi faktor penentu. Dalam tahun-tahun penyelenggaraan Piala Dunia, performa pemain di panggung internasional memiliki pengaruh sangat besar terhadap hasil akhir voting.
Karena itu, meskipun Dembélé saat ini dianggap sebagai favorit utama berkat keberhasilan PSG mempertahankan Liga Champions, persaingan masih sangat terbuka. Kane bersama Inggris, Yamal bersama Spanyol, hingga Mbappé bersama Prancis masih memiliki peluang yang sama besar untuk membalikkan keadaan dalam beberapa bulan ke depan.
Jika melihat tren saat ini, pertarungan Ballon d'Or 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ketat dalam satu dekade terakhir. Dominasi era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah berlalu, dan kini dunia sepak bola memiliki generasi baru yang siap memperebutkan takhta pemain terbaik dunia.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop