Menu

Aturan Baru Piala Dunia 2026 Resmi Berlaku! VAR Makin Berkuasa, Pemain Tak Bisa Buang-buang Waktu Lagi

labelWorld Cup calendar_month Selasa, 9 Juni 2026
Aturan Baru Piala Dunia 2026 Resmi Berlaku.webp

Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola dunia. Bukan hanya karena jumlah peserta yang bertambah menjadi 48 negara, tetapi juga karena FIFA dan IFAB resmi memperkenalkan sejumlah perubahan aturan yang akan mengubah cara pertandingan dijalankan di lapangan.

Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan menjadi ajang pertama yang menerapkan berbagai regulasi baru secara bersamaan. Fokus utama FIFA adalah meningkatkan keadilan pertandingan, mempercepat tempo permainan, dan mengurangi praktik membuang waktu yang selama ini sering menjadi keluhan penggemar sepak bola.

Lantas, apa saja aturan baru yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026?



1. VAR Mendapat Wewenang yang Jauh Lebih Besar

Perubahan terbesar datang dari sistem Video Assistant Referee (VAR).

Jika sebelumnya VAR hanya digunakan untuk situasi tertentu seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain, kini cakupannya diperluas secara signifikan. VAR dapat membantu mengoreksi keputusan tendangan sudut yang jelas salah, meninjau kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, serta mengevaluasi beberapa insiden sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.

FIFA berharap perluasan kewenangan ini dapat mengurangi kesalahan krusial yang berpotensi menentukan hasil pertandingan.



2. Tidak Ada Lagi Time-Wasting Saat Lemparan ke Dalam dan Goal Kick

Penggemar sepak bola sering melihat pemain sengaja memperlambat permainan ketika timnya sedang unggul.

Mulai Piala Dunia 2026, wasit akan menerapkan hitungan mundur lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika pemain sengaja memperlambat restart permainan melewati batas waktu tersebut, tim lawan akan mendapatkan keuntungan langsung.

Aturan ini diprediksi akan membuat pertandingan berlangsung lebih cepat dan mengurangi strategi mengulur waktu di menit-menit akhir.



3. Pemain Pengganti Hanya Punya 10 Detik untuk Keluar Lapangan

Salah satu perubahan yang cukup menarik adalah aturan pergantian pemain.

Mulai sekarang, pemain yang ditarik keluar hanya diberi waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui jalur terdekat. Jika melewati batas waktu tersebut, pemain pengganti tidak boleh langsung masuk dan tim harus bermain dengan 10 pemain selama satu menit.

Regulasi ini dibuat untuk menghentikan praktik pergantian pemain yang sengaja diperlambat guna menghabiskan waktu pertandingan.



4. Pemain yang Mendapat Perawatan Harus Menunggu 60 Detik

FIFA juga menargetkan trik-trik yang selama ini digunakan untuk menghentikan momentum lawan.

Pemain lapangan yang mendapat perawatan medis di dalam lapangan wajib menunggu setidaknya 60 detik sebelum diizinkan kembali bermain. Pengecualian diberikan untuk penjaga gawang, cedera kepala, atau situasi tertentu yang melibatkan pelanggaran serius.

Aturan ini bertujuan mengurangi "cedera taktis" yang sering digunakan untuk memperlambat tempo pertandingan.



5. Protes Berlebihan Bisa Berujung Kartu Merah

Perubahan lain yang cukup mengejutkan adalah pengetatan aturan disiplin.

Pemain atau ofisial yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, atau menutupi mulut saat melakukan konfrontasi dengan lawan maupun wasit, kini berisiko mendapatkan kartu merah langsung. FIFA menilai tindakan tersebut dapat menghambat investigasi terkait ucapan tidak pantas atau perilaku tidak sportif.

Aturan ini diperkirakan akan memicu banyak perdebatan selama turnamen berlangsung.



6. Teknologi Offside Semakin Canggih

Selain VAR, FIFA juga memperkenalkan peningkatan teknologi offside semi-otomatis.

Asisten wasit akan menerima notifikasi secara langsung ketika terjadi posisi offside yang jelas. Teknologi ini memungkinkan keputusan dibuat lebih cepat tanpa harus menunggu proses pengecekan panjang seperti yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Tujuannya adalah menjaga alur pertandingan tetap mengalir sambil mempertahankan akurasi keputusan.



7. Format Piala Dunia Berubah Menjadi 48 Tim

Selain aturan pertandingan, format kompetisi juga berubah drastis.

Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 negara yang dibagi ke dalam 12 grup. Dua tim teratas dari setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik akan lolos ke babak gugur yang kini dimulai dari Round of 32. Total pertandingan meningkat dari 64 menjadi 104 laga.

Perubahan ini menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.



Siapa yang Diuntungkan?

Tim-tim yang mengandalkan permainan cepat dan tekanan tinggi kemungkinan akan mendapat keuntungan besar dari aturan baru ini.

Sebaliknya, tim yang sering menggunakan strategi mengulur waktu atau mengandalkan penghentian permainan untuk memecah ritme lawan harus beradaptasi dengan cepat. Selain itu, kedalaman skuad akan menjadi faktor yang semakin penting karena jumlah pertandingan bertambah dan jadwal menjadi lebih padat.



Era Baru Sepak Bola Dimulai

Piala Dunia 2026 bukan sekadar edisi dengan peserta terbanyak sepanjang sejarah. Turnamen ini juga menjadi laboratorium terbesar FIFA dalam menerapkan perubahan aturan yang bertujuan menciptakan sepak bola yang lebih cepat, lebih adil, dan lebih menarik untuk ditonton.

Dengan VAR yang semakin kuat, hukuman lebih tegas terhadap time-wasting, serta format baru 48 tim, para pemain, pelatih, dan penggemar akan menyaksikan wajah baru sepak bola internasional saat turnamen dimulai pada Juni 2026.