Pesta sepak bola terbesar di dunia akhirnya tiba. Piala Dunia FIFA 2026 resmi dibuka dengan pertandingan antara tuan rumah Meksiko menghadapi Afrika Selatan dalam laga perdana Grup A.
Duel ini bukan sekadar pertandingan pembuka biasa. Sorotan dunia akan tertuju ke Stadion Azteca, Mexico City, yang kembali mencatat sejarah sebagai stadion pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia.
Bagi Meksiko, kemenangan di depan puluhan ribu pendukung sendiri menjadi harga mati. Sementara Afrika Selatan datang dengan ambisi mengulang kejutan seperti yang pernah mereka lakukan saat menahan imbang Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2010.
FIFA juga telah mengonfirmasi pertandingan ini sebagai laga pembuka resmi turnamen. Selain pertandingan, penonton akan disuguhi opening ceremony megah yang dipenuhi hiburan kelas dunia.
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko memikul beban besar untuk tampil impresif sejak pertandingan pertama.
Pelatih Javier Aguirre memiliki skuad yang cukup berpengalaman. Nama-nama seperti Raul Jimenez masih menjadi andalan di lini depan, sementara Guillermo Ochoa berpeluang mencetak sejarah apabila tampil di enam edisi Piala Dunia.
Raul Jimenez bahkan berkesempatan menyamai rekor Jared Borgetti sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Meksiko.
Bermain di hadapan lebih dari 80 ribu pendukung fanatik tentu menjadi keuntungan besar bagi El Tri. Namun tekanan justru bisa menjadi bumerang apabila mereka gagal mencetak gol cepat.
Di sisi lain, Afrika Selatan atau Bafana Bafana kembali tampil di Piala Dunia setelah absen dalam beberapa edisi terakhir.
Pelatih Hugo Broos menegaskan timnya datang bukan sekadar menjadi pelengkap.
Ia menyebut anak asuhnya telah mempersiapkan diri secara matang, termasuk datang lebih awal ke Mexico City untuk beradaptasi dengan kondisi ketinggian yang terkenal menyulitkan tim tamu.
Broos bahkan mengingatkan bahwa Afrika Selatan pernah membuat Meksiko frustrasi pada laga pembuka Piala Dunia 2010 dengan hasil imbang 1-1.
"Kami menghormati Meksiko, tetapi kami datang untuk bersaing," tegas Hugo Broos menjelang pertandingan.
Raul Rangel; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo; Edson Alvarez, Luis Chavez, Orbelin Pineda; Hirving Lozano, Raul Jimenez, Santiago Gimenez.
Ronwen Williams; Khuliso Mudau, Mothobi Mvala, Siyabonga Ngezana, Aubrey Modiba; Teboho Mokoena, Sphephelo Sithole; Oswin Appollis, Themba Zwane, Elias Mokwana; Lyle Foster.
Susunan pemain masih dapat berubah sesuai keputusan pelatih menjelang kick-off.
Pertemuan paling dikenang tentu terjadi pada laga pembuka Piala Dunia 2010.
Saat itu Afrika Selatan berhasil menahan imbang Meksiko dengan skor 1-1 melalui gol ikonik Siphiwe Tshabalala sebelum Rafael Marquez menyamakan kedudukan.
Kini, 16 tahun berselang, kedua negara kembali bertemu dalam suasana yang hampir serupa.
Bedanya, kali ini Meksiko bertindak sebagai tuan rumah.
Secara kualitas individu dan pengalaman, Meksiko masih lebih unggul.
Dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Azteca juga diprediksi menjadi faktor pembeda.
Namun Afrika Selatan memiliki organisasi permainan yang disiplin dan kecepatan dalam melakukan serangan balik.
Jika Meksiko gagal memanfaatkan tekanan awal, bukan tidak mungkin Bafana Bafana kembali mencuri poin.
Meksiko 2-1 Afrika Selatan.
Raul Jimenez diprediksi menjadi pemain kunci yang mampu membongkar pertahanan Afrika Selatan.
Laga Meksiko vs Afrika Selatan bukan sekadar pertandingan pembuka. Duel ini menjadi simbol dimulainya era baru Piala Dunia dengan format 48 tim.
Apakah Meksiko mampu mengawali turnamen dengan kemenangan di hadapan publik sendiri? Atau justru Afrika Selatan kembali menciptakan kejutan seperti 2010?
Jawabannya akan tersaji pada Jumat dini hari nanti.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop