Babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 kembali menghadirkan pertandingan-pertandingan penuh drama. Dua laga yang menjadi sorotan dunia mempertemukan Brasil vs Jepang serta Jerman vs Paraguay. Hasilnya, Brasil sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar berkat gol pada masa injury time, sementara Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen dengan menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti.
Brasil datang sebagai juara Grup C dan lebih diunggulkan atas Jepang. Namun kenyataan di lapangan jauh dari mudah.
Jepang tampil disiplin dengan organisasi pertahanan yang rapi dan bahkan berhasil mencuri keunggulan lebih dahulu melalui Kaishu Sano pada babak pertama. Gol tersebut membuat Brasil berada dalam tekanan besar.
Memasuki babak kedua, pelatih Carlo Ancelotti melakukan sejumlah penyesuaian taktik yang mengubah jalannya pertandingan. Tekanan Brasil semakin intens hingga akhirnya Casemiro mencetak gol penyeimbang melalui sundulan.
Ketika pertandingan tampak akan memasuki babak tambahan waktu, Gabriel Martinelli muncul sebagai pembeda. Penyerang Arsenal tersebut memanfaatkan umpan matang Bruno Guimarães untuk mencetak gol kemenangan pada masa injury time sekaligus memastikan Brasil menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar.
| Statistik | Brasil | Jepang |
|---|---|---|
| Tembakan | 20 | 5 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 7 | 2 |
| Penguasaan Bola | 60% | 40% |
| Operan | 679 | 300 |
| Akurasi Operan | 92% | 86% |
| Pelanggaran | 4 | 13 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Offside | 1 | 0 |
| Tendangan Sudut | 6 | 2 |
Statistik menunjukkan dominasi Brasil hampir di seluruh aspek permainan.
Meski demikian, Jepang memperlihatkan efektivitas bertahan yang luar biasa dan sempat membuat Brasil frustrasi selama lebih dari satu jam pertandingan. Baru pada menit-menit akhir pengalaman dan kualitas individu pemain Brasil menjadi pembeda.
Laga kedua justru menghadirkan kejutan yang mungkin menjadi salah satu hasil terbesar di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Jerman yang berstatus empat kali juara dunia tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang.
Namun Paraguay tampil luar biasa disiplin. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Di babak tos-tosan, Paraguay tampil lebih tenang dan akhirnya menang 4-3, sementara Jerman gagal mengeksekusi tiga penalti. Kekalahan ini memastikan Der Panzer tersingkir lebih cepat dari turnamen.
| Statistik | Jerman | Paraguay |
|---|---|---|
| Tembakan | 21 | 7 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 7 | 4 |
| Penguasaan Bola | 75% | 25% |
| Operan | 753 | 262 |
| Akurasi Operan | 92% | 69% |
| Pelanggaran | 18 | 12 |
| Kartu Kuning | 2 | 2 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Offside | 4 | 1 |
| Tendangan Sudut | 16 | 6 |
(Statistik mengacu pada data pertandingan yang ditampilkan.)
Secara statistik, Jerman sebenarnya sangat mendominasi.
Namun sepak bola bukan hanya soal statistik. Paraguay bertahan dengan disiplin tinggi, kiper mereka tampil gemilang sepanjang pertandingan, lalu menunjukkan mental luar biasa saat adu penalti.
Media internasional bahkan menyebut kemenangan Paraguay sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah fase gugur Piala Dunia modern.
Hasil ini membuat:
Hari pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita berbeda.
Brasil menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dan menang dramatis atas Jepang melalui gol Gabriel Martinelli di masa injury time.
Di sisi lain, Paraguay mencuri perhatian dunia sepak bola dengan mengirim Jerman pulang lewat drama adu penalti. Hasil ini menjadi bukti bahwa fase gugur Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan, di mana efektivitas, disiplin, dan mentalitas sering kali lebih menentukan dibanding dominasi statistik.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop