Derby Jawa Timur kembali menghadirkan laga panas pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Arema FC harus menelan kekalahan telak saat menghadapi Persebaya Surabaya dengan skor 0-4 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026).
Pertandingan yang sangat dinanti para pecinta sepak bola Indonesia ini awalnya berlangsung ketat. Babak pertama berakhir tanpa gol meski kedua tim sama-sama berusaha mencari celah. Namun, selepas turun minum, Persebaya tampil jauh lebih efektif dan sukses menghukum lini pertahanan Arema tanpa ampun.
Bintang kemenangan Bajul Ijo adalah Francisco Rivera. Gelandang serang asal Meksiko tersebut mencetak dua gol sekaligus pada menit ke-49 dan menit ke-82. Selain itu, ia juga berperan besar dalam membangun serangan Persebaya sepanjang babak kedua. Dua gol lainnya dicetak oleh Jefferson Silva pada menit ke-76 dan Mikael Alfredo Tata pada menit ke-86.
Gol pertama Persebaya menjadi titik balik pertandingan. Setelah Rivera membuka keunggulan di awal babak kedua, Arema mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun justru Persebaya yang tampil semakin percaya diri dan mampu memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Singo Edan.
Jefferson Silva kemudian menggandakan keunggulan lewat penyelesaian tenang di menit ke-76 sebelum Rivera kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan melengkung indah ke pojok gawang. Pesta gol akhirnya ditutup oleh Mikael Alfredo Tata pada menit ke-86 setelah menerima umpan matang dari Rivera.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Persebaya juga memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Arema FC menjadi 11 pertandingan beruntun di kompetisi resmi sejak Agustus 2019. Catatan tersebut menunjukkan dominasi Bajul Ijo dalam Derby Jatim dalam beberapa musim terakhir.
Pelatih Arema, Marcos Santos, bahkan disebut meminta maaf kepada Aremania atas hasil buruk ini. Kekalahan 0-4 menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Singo Edan musim ini, terlebih terjadi dalam laga sarat gengsi melawan rival abadi mereka.
Sementara itu, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai gol pertama menjadi kunci kemenangan timnya. Setelah unggul lebih dulu, para pemain tampil lebih lepas dan mampu mengontrol ritme pertandingan hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil ini membuat Persebaya semakin percaya diri dalam persaingan papan atas klasemen, sementara Arema harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam perebutan posisi terbaik musim ini.
| Statistik | Arema FC | Persebaya |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 0 | 4 |
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Total Tembakan | 10 | 8 |
| Shot on Target | 3 | 5 |
| Shot off Target | 7 | 3 |
| Sepak Pojok (Corner) | 2 | 3 |
| Kartu Kuning | 1 | 2 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Offside | 1 | 1 |
| Pelanggaran | 6 | 4 |
| Penalti Gagal | 0 | 1 |
Statistik ini memperlihatkan bahwa meski Arema lebih dominan dalam penguasaan bola, Persebaya jauh lebih efektif dalam penyelesaian akhir. Ini yang menjadi pembeda besar dalam kemenangan telak Bajul Ijo di Derby Jatim kali ini.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop