Situasi internal Ducati Lenovo Team mulai menjadi sorotan besar usai MotoGP Catalunya 2026. Tim pabrikan asal Borgo Panigale itu kini menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari performa Francesco Bagnaia yang belum konsisten hingga munculnya rumor besar soal masa depan rider muda Ducati untuk musim 2027.
MotoGP Catalunya sendiri berlangsung penuh drama bagi Ducati. Balapan di Barcelona diwarnai dua red flag besar dan sejumlah crash serius, termasuk insiden Pedro Acosta dan Alex Marquez yang sempat menghentikan lomba. Di tengah kekacauan tersebut, Francesco Bagnaia hanya mampu finis podium ketiga setelah hukuman tekanan ban menimpa Joan Mir. Itu bahkan menjadi podium pertama Ducati Lenovo Team musim 2026.
Hasil tersebut membuat banyak media Italia mulai mempertanyakan performa Pecco Bagnaia musim ini. Sebagai juara dunia dua kali dan rider utama Ducati, Bagnaia dinilai belum mampu tampil dominan seperti musim-musim sebelumnya.
Dalam beberapa seri terakhir, Bagnaia memang terlihat kesulitan menemukan ritme terbaik GP26. Ducati sendiri sebelumnya sempat mengakui masih melakukan banyak evaluasi teknis terkait handling dan aerodinamika motor baru mereka.
Tekanan terhadap Bagnaia semakin besar karena Ducati kini memiliki banyak rider muda potensial di bawah akademi dan satelit mereka. Salah satu nama yang paling ramai dibicarakan adalah Nicolo Bulega.
Pebalap asal Italia tersebut mulai viral setelah tampil cukup impresif dalam sejumlah tes MotoGP bersama Ducati. Bahkan pada sesi latihan MotoGP Portugal sebelumnya, Bulega sempat mengungguli catatan waktu Bagnaia dalam kondisi trek tertentu.
Rumor mengenai masa depan Bulega makin panas setelah beberapa media Italia menyebut Ducati mulai mempertimbangkan opsi rider untuk proyek MotoGP 2027. Apalagi regulasi baru MotoGP 2027 diperkirakan akan menjadi era transisi besar yang membutuhkan rider muda dengan kemampuan adaptasi cepat.
Di sisi lain, Ducati juga sedang menghadapi situasi tidak ideal akibat kondisi Marc Marquez. Sang juara dunia bertahan masih berjuang memulihkan kondisi fisiknya setelah cedera serius di Le Mans. Ducati bahkan hanya mengandalkan Bagnaia pada MotoGP Catalunya karena Marquez absen usai menjalani operasi ganda di Madrid.
Absennya Marquez otomatis membuat sorotan sepenuhnya tertuju kepada Bagnaia. Namun performa yang belum stabil justru memunculkan tekanan baru di dalam tim.
Media Italia mulai menyebut Ducati sedang berada dalam “internal pressure” terbesar mereka sejak kembali mendominasi MotoGP beberapa tahun terakhir. Sebab meski masih memiliki motor kompetitif, rival seperti Aprilia, KTM, hingga VR46 mulai menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim 2026.
Selain itu, keberhasilan Fabio Di Giannantonio membawa VR46 Ducati meraih kemenangan di Catalunya juga menambah tekanan tersendiri bagi tim pabrikan. Banyak fans mempertanyakan mengapa tim satelit justru mampu tampil lebih kompetitif dibanding Ducati Lenovo Team pada momen penting musim ini.
Hingga saat ini Ducati memang masih menjadi salah satu favorit juara dunia MotoGP 2026. Namun pasca Catalunya, situasi internal mereka mulai terlihat jauh lebih kompleks dibanding musim-musim sebelumnya.
Jika Bagnaia gagal segera kembali ke performa terbaiknya, rumor soal regenerasi dan masa depan kursi Ducati untuk MotoGP 2027 diyakini akan semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop