Sepak bola Italia musim 2025/2026 menghadirkan salah satu kisah paling luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Klub kecil Como 1907 secara mengejutkan berhasil lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Sosok utama di balik keajaiban tersebut tidak lain adalah mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea — Cesc Fabregas.
Fabregas sukses mengubah Como dari sekadar tim promosi menjadi salah satu kekuatan baru Serie A. Keberhasilan mereka finis di posisi empat besar membuat dunia sepak bola mulai menaruh perhatian besar terhadap proyek ambisius klub asal Lombardia tersebut.
Tidak banyak yang memprediksi Como mampu bersaing di papan atas Serie A musim ini. Bahkan pada awal musim, target realistis klub hanyalah bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Namun semuanya berubah berkat tangan dingin Cesc Fabregas.
Como tampil luar biasa sepanjang musim:
Hasilnya benar-benar mengejutkan. Como finis di posisi keempat Serie A dan berhasil mengungguli AC Milan serta Juventus dalam perebutan tiket Liga Champions.
Keberhasilan ini disebut media Italia sebagai salah satu “dongeng terbesar Serie A modern”.
Banyak orang mengenal Cesc Fabregas sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Namun kini, mantan pemain timnas Spanyol tersebut mulai membangun reputasi besar sebagai pelatih muda berbakat.
Fabregas resmi menangani Como setelah pensiun sebagai pemain dan perlahan membangun fondasi klub:
Dalam waktu singkat, ia berhasil membawa Como:
Perjalanan tersebut dianggap luar biasa untuk klub dengan sejarah dan finansial yang jauh di bawah Juventus, Milan, atau Inter.
Momen paling bersejarah terjadi pada giornata terakhir Serie A 2026. Como berhasil menghancurkan Cremonese dengan skor 4-1 dan memastikan posisi empat besar.
Di saat bersamaan:
Kombinasi hasil tersebut membuat Como resmi lolos ke Liga Champions UEFA musim depan.
Para pemain Como langsung melakukan selebrasi emosional bersama fans setelah peluit panjang dibunyikan. Banyak suporter bahkan menangis karena tidak menyangka klub mereka kini akan tampil di panggung terbesar Eropa.
Salah satu faktor penting kesuksesan Como musim ini adalah perkembangan luar biasa Nico Paz.
Gelandang muda asal Argentina tersebut tampil luar biasa di bawah asuhan Fabregas dan bahkan dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A musim 2025/2026.
Nico Paz mencatat:
Banyak pengamat menilai Fabregas berhasil mengeluarkan potensi terbaik pemain muda tersebut melalui sistem permainan yang menyerang dan kreatif.
Keberhasilan Como otomatis membuat Juventus dan AC Milan menjadi pihak yang paling kecewa.
Milan gagal total setelah kalah di laga terakhir melawan Cagliari. Sementara Juventus hanya mampu bermain imbang di Derby Turin.
Akibatnya:
Kegagalan dua raksasa Italia tersebut membuat pencapaian Como terasa semakin luar biasa.
Kini Como mulai disebut sebagai salah satu proyek sepak bola paling menarik di Eropa.
Beberapa faktor yang membuat Como viral:
Media internasional bahkan mulai membandingkan kisah Como dengan Leicester City saat juara Premier League 2016.
Meski sudah mencetak sejarah, Fabregas menegaskan Como belum ingin berhenti sampai di sini.
Dalam wawancara terbaru, Fabregas mengatakan ia ingin Como “terbang lebih tinggi” dan terus berkembang sebagai klub kompetitif di Eropa.
Ucapan tersebut langsung membuat fans Como semakin optimistis menyambut musim depan, terutama karena mereka kini akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Pertanyaan besar kini muncul:
apakah Como hanya sekadar kejutan semusim, atau benar-benar sedang membangun era baru?
Dengan:
Como berpotensi menjadi salah satu tim paling menarik untuk disaksikan di Liga Champions musim depan.
Dan di balik semuanya, nama Cesc Fabregas kini mulai dianggap sebagai salah satu calon pelatih elite generasi baru sepak bola Eropa.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop