Menu

Manchester City Memulai Era Baru: Pep Guardiola Pergi, Enzo Maresca Datang

labelPremier League calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
Manchester City Memulai Era Baru Pep Guardiola Pergi, Enzo Maresca Datang.webp

Dunia sepakbola akhirnya menyaksikan berakhirnya salah satu era terbesar dalam sejarah Premier League. Setelah hampir satu dekade membawa Manchester City mendominasi sepakbola Inggris dan Eropa, Pep Guardiola resmi meninggalkan kursi pelatih The Citizens pada akhir musim 2025/2026. Nama Enzo Maresca kini muncul sebagai sosok yang dipersiapkan untuk meneruskan warisan besar tersebut.

Kabar kepergian Guardiola langsung mengguncang sepakbola Eropa. Dalam beberapa hari terakhir, berita ini menjadi headline utama berbagai media internasional karena menandai akhir dari dinasti Manchester City yang selama ini identik dengan filosofi permainan Guardiola.




Guardiola Akhiri 10 Tahun Penuh Dominasi

Pep Guardiola pertama kali datang ke Manchester City pada tahun 2016. Banyak pihak kala itu mempertanyakan apakah gaya permainan possession football miliknya bisa sukses di Premier League yang terkenal keras dan cepat.

Namun dalam waktu singkat, Guardiola berhasil mengubah Manchester City menjadi mesin juara.

Selama hampir 10 tahun di Etihad Stadium, Guardiola mempersembahkan:

  • 6 gelar Premier League
  • 5 Carabao Cup
  • 3 FA Cup
  • 1 Liga Champions
  • berbagai trofi domestik lainnya

Total sekitar 20 trofi berhasil diraih Manchester City di bawah kepemimpinan Guardiola. Prestasi itu menjadikannya pelatih tersukses dalam sejarah klub.

Tidak hanya soal trofi, Guardiola juga mengubah wajah sepakbola Inggris. Hampir seluruh klub Premier League mulai mengadaptasi gaya build-up modern, pressing tinggi, dan penguasaan bola agresif yang dipopulerkan City.




Perpisahan Emosional di Etihad Stadium

Laga terakhir Guardiola bersama Manchester City berlangsung emosional. Ribuan fans memenuhi Etihad Stadium untuk memberikan penghormatan kepada pelatih asal Spanyol tersebut.

Parade perpisahan Manchester City bahkan berubah menjadi momen penuh haru ketika para pemain dan pendukung menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan akhir dari era paling sukses dalam sejarah klub.

Guardiola sendiri mengaku ingin beristirahat dari dunia kepelatihan setelah terus bekerja di level tertinggi sepakbola sejak 2007.

“Saya akan berhenti untuk sementara,” ujar Guardiola dalam pernyataannya kepada media Inggris.

Manchester City juga dikabarkan akan mengabadikan nama Guardiola di Etihad Stadium sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya selama satu dekade terakhir.




Enzo Maresca Jadi Penerus Utama

Seiring kepastian kepergian Guardiola, Manchester City bergerak cepat mencari sosok pengganti. Nama yang paling kuat muncul adalah Enzo Maresca.

Maresca bukan orang baru di lingkungan Manchester City. Pelatih asal Italia tersebut pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola dan dikenal sebagai salah satu murid terbaik filosofi permainan Pep.

Dalam beberapa laporan media Inggris, Maresca disebut sudah dipilih sebagai kandidat utama untuk melanjutkan proyek Manchester City. Bahkan sejumlah sumber menyebut proses transisi sudah mulai dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir.

Keputusan memilih Maresca dianggap logis karena Manchester City ingin mempertahankan identitas permainan yang sudah dibangun Guardiola selama bertahun-tahun.




Mengapa Manchester City Memilih Enzo Maresca?

Ada beberapa alasan kuat mengapa Maresca dinilai cocok menjadi penerus Guardiola:

1. Paham Filosofi Guardiola

Maresca pernah bekerja langsung bersama Guardiola di Manchester City. Ia memahami sistem permainan positional play, pressing, dan struktur build-up yang menjadi DNA City saat ini.

2. Sukses Sebagai Pelatih

Karier Maresca mulai naik setelah membawa Leicester City promosi dan tampil impresif di Championship. Ia juga sempat meraih kesuksesan di Chelsea sebelum akhirnya meninggalkan klub London tersebut pada awal 2026.

3. Sosok Modern

Manchester City ingin mempertahankan pelatih dengan pendekatan modern dan progresif. Maresca dianggap memiliki karakter yang mirip dengan Guardiola dalam membangun permainan menyerang.




Tantangan Berat Menanti Maresca

Meski disebut sebagai kandidat ideal, tekanan yang akan dihadapi Enzo Maresca tentu sangat besar.

Menggantikan Guardiola di Manchester City bukan tugas biasa. Standar yang ditinggalkan Guardiola terlalu tinggi:

  • wajib bersaing juara Premier League
  • wajib kompetitif di Liga Champions
  • wajib mempertahankan gaya bermain dominan

Selain itu, Manchester City juga masih menghadapi berbagai isu di luar lapangan, termasuk kasus dugaan pelanggaran finansial yang terus menjadi sorotan publik sepakbola Inggris.




Manchester City Memasuki Era Baru

Kepergian Guardiola tidak hanya menandai pergantian pelatih. Ini adalah perubahan besar bagi Manchester City secara keseluruhan.

Selama 10 tahun terakhir, hampir seluruh identitas klub dibentuk berdasarkan visi Guardiola:

  • pola permainan
  • sistem perekrutan pemain
  • filosofi akademi
  • pendekatan taktik

Kini Manchester City memasuki fase baru yang penuh tanda tanya.

Apakah Enzo Maresca mampu menjaga dominasi City?
Apakah para pemain senior akan tetap bertahan?
Dan mampukah Manchester City tetap menjadi tim terbaik Inggris tanpa sosok Pep Guardiola?

Satu hal yang pasti, Premier League musim depan akan terasa berbeda tanpa Guardiola di pinggir lapangan Etihad Stadium.

Berakhirnya era Guardiola bukan hanya kehilangan bagi Manchester City, tetapi juga untuk sepakbola Inggris secara keseluruhan.